Olahraga itu untuk diri sendiri

Baru saja baca berita tentang pelajar yang membuka jasa lari strava (aplikasi pelacak kebugaran). Yang jadi pernyataan adalah untuk apa? Dia sudah keluar duit buat bayar joki, dapat sehat nya juga tidak. Hanya sekedar angka statistik yang tidak ada harga nya.

Ibarat nya kita melihat sebuah pencapaian tapi kita tahu bahwa itu bukan lah pencapaian yang kita buat. Apa beda nya dengan lihat akun orang lain?

Sudah lah kita bayar, sudah lah kita ndak bugar. Double rugi nya. Saya tidak menyalahkan orang yang membuka jasa. Yang membuka jasa silakan, malah double untung nya. Sudah untung badan bugar, untung dapat duit juga. Salut sih sama mereka.

Kalau memang belum sanggup olahraga, ya ndak usah olahraga. Daripada bayar orang untuk olahraga. Ya untuk apa? Baru ketemu yang seperti ini.

Previous Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *